Jaring SDM Berkualitas, Peserta Tes CPNS Kementan Harus Lalui Tahap Ini

Kementerian Pertanian kembali membuka peluang bagi putra putri terbaik bangsa untuk bergabung memperkuat ketahanan pangan nasional melalui seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Untuk dapat bergabung menjadi garda depan pejuang ketahanan pangan, para pendaftar ini harus melalui beberapa tahapan tes, salah satunya yaitu tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Dijelaskan oleh Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementan, Zulkifli, tahap SKB ini dilaksanan dengan dua metode yaitu metode Computer Asisted Test (CAT) BKN dan Non CAT untuk jabatan tertentu.

“Khusus untuk jabatan analis kimia, analis pestisida, dan pengelola laboratorium harus menjalani SKB Non CAT yang terdiri dari tes TPA, Psikotes, dan Wawancara psikologis serta teknis. di luar 3 formasi tersebut, SKB dengan metode CAT,” jelas zulkifli.

Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) dipercaya menjadi salah satu titik lokasi penyelenggaraan tes SKB Non CAT.

Bertempat di ruang laboratorium Teknologi Informasi (TI), sebanyak 11 peserta SKB Non CAT yang memilih lokasi tes di DIY difasilitasi untuk dapat mengikuti rangkaian tes.

Bambang Sudarmanto, Direktur Polbangtan YoMa mengaku bahwa pihaknya telah mempersiapkan tes dengan sebaik mungkin.

“Sebagai salah satu UPT Kementan, kami didapuk untuk membantu pelaksanaan tes SKB ini. Kami pastikan peserta tes dapat mengikuti ujian dengan lancar dan nyaman,” ujar Bambang.

Persiapan yang dilakukan meliputi persiapan penerimaan tamu sesuai protokol kesehatan, kenyamanan ruangan ujian, fasilitas komputer dan perangkat lainnya, serta memastikan jaringan internet yang stabil.

“Kami sudah cek semua, mulai dari perangkat hingga jaringan internet. Mengingat tes ini dilakukan secara daring, jaringan internet yang stabil sangat menentukan. Jangan sampai peserta terpecah konsentrasinya,” tambahnya.

Rangkaian tes SKB yang yang berlangsung selama 8 jam ini berjalan dengan lancar tanpa kendala. Dalam tes wawancara psikologi dan teknis Kementan menggandeng praktisi dari Universitas Indonesia untuk menjaga keobjektifan tes dan memperoleh hasil yang terbaik.

Sesuai arahan Menteri Pertanian bahwa Seleksi CPNS Kementan ini merupakan salah satu upaya memperkuat SDM pertanian, “SDM pertanian harus diperkuat untuk meningkatkan produktivitas pertanian.”

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, juga menyampaikan, “Pembangunan pertanian diawali dengan pembangunan SDM baik pendidikan, pelatihan maupun penyuluhan.”