Kawal Ketahanan Pangan, Mahasiswa Polbangtan Kementan Dampingi Panen Raya Cabai di Kampung Hortikultura

Oktober 13, 2022 |

Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) yang sedang menjalani program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bersama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi D.I Yogyakarta, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Gunungkidul, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dampingi petani Kampung Hortikultura Kalurahan Duwet panen raya cabai. Panen kali ini dilakukan di lahan seluas 10 hektar dengan komoditas utama cabai hijau.

Meskipun ditengah kondisi cuaca yang tidak menentu, hasil panen cabai hijau masa tanam ke-II ini tergolong cukup baik. Tercatat produktivitasnya mencapai 9 ton/hektar. Juminiah, selaku PPL BPP Wonosari berharap hasil panen komoditas yang dibudidayakan di Kampung Hortikultura ini dapat menambah keuntungan bagi petani.

“Petani berharap apa yang sudah dihasilkan dari budidaya ini dapat dipasarkan dengan baik dan mendapatkan harga yang pantas,” ujar Juminiah.

Ia juga menambahkan masih ada beberapa kendala yang dihadapi petani Kampung Hortikultura di lapangan, salah satunya yaitu penyakit kuning pada tanaman cabai dan pengairan yang terbatas. Dengan hadirnya mahasiswa MBKM ini, pihaknya berharap ada solusi inovasi yang bisa ditawarkan untuk memecahkan masalah tersebut.

“Penyakit kuning menjadi salah satu permasalahan bagi petani, biasanya pada usia tanam 25-35 hari sudah mulai terlihat. Selain itu kami juga terkendala masalah pengairan yang terbatas. Oleh karena itu, kami berharap khususnya kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Mahasiswa Polbangtan YOMA dapat memberikan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut sehingga menjadikan pertanian Desa Duwet menjadi lebih baik lagi,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan D.I Yogyakarta, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Lurah Duwet, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tokoh masyarakat lainnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan D.I. Yogyakarta Sugeng Purwanto, sangat mengapresiasi dan mendukung potensi kampung hortikultura di desa Duwet.”Petani yang maju ialah petani yang tidak hanya monoton menanam padi saja, petani harus berani untuk mencoba beda dari kebiasaan yang sudah dilakukan dari dulu contoh nya menanam tanaman budidaya hortikultura. Dengan itu, pendapatan petani lebih meningkat dikarenakan harga jual yang bagus di waktu yang tepat.” ucapnya.

Sementara dalam keterangan terpisah, Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto, mengatakan bahwa pihaknya melalui mahasiswa MBKM yang ada di lapangan akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu menawarkan alternatif-alternatif solusi dari permasalahan yang ada.

“Mahasiswa kami akan menjalani MBKM selama 6 bulan di lapangan, dalam kurun waktu tersebut mereka diharapkan dapat belajar banyak hal sekaligus mengaplikasikan ilmu yang dimiliki. Jika ditemukan kendala-kendala teknis di lapangan, mereka juga bisa berkonsultasi dengan dosen-dosen di kampus atau dengan praktisi-praktisi lainnya sehingga akan muncul alternatif solusi yang dibutuhkan,” terang Bambang.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) meyakini pendidikan vokasi akan melahirkan para petani milenial terdidik yang andal, mumpuni dan berkualitas. Hal itu sejalan dengan tujuan Program MBKM yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu mendorong mahasiswa menguasai ilmunya untuk dikomparasi dan diperkaya melalui pengalaman di lapangan, sebagai bekal memasuki dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Dengan pendidikan vokasi, kami berharap hadir petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian, karena bagaimanapun, masa depan pertanian berada di pundak generasi milenial,” kata Mentan SYL.

Senada dengan Mentan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, perlu dilakukan penyiapan dan pencetakan SDM pertanian unggulan.

“Dari pendidikan vokasi, Kementan melahirkan SDM yang kompetitif, mengingat fungsi pendidikan merupakan landasan pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan wawasan yang akan membentuk kompetensi pada SDM pertanian yang merupakan faktor kunci peningkatan produktivitas pertanian,” ujar Dedi.

Kontributor : Natasya Rahman/Prodi PPB (Peserta MBKM Kabupaten Gunung Kidul)

KAMPUS MAGELANG
Jl. Magelang – Kopeng KM.7 - Magelang, Jawa Tengah
Kotak Pos 152 , Kode Pos 56101
KAMPUS YOGYAKARTA
Jl. Kusumanegara No.2 Umbulharjo, Yogyakarta
(0292) - 364188
(0293) – 313032
info@polbangtanyoma.ac.id
Jam layanan : Senin - Kamis, Jam 7.30 - 16.00 WIB
Jam layanan : Jumat, Jam 7.30 - 16.30 WIB
© Copyright 2022- POLBANGTANYOMA - All Rights Reserved
Translate »
magnifierchevron-downcross-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram