Kementan dan DPR RI mencetak Agrosociopeneur di Kabupaten Sragen

Solo, Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) bekerja sama dengan Komisi IV DPR RI, Luluk Nur Hamidah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

“Kami akan mencetak 2,5 juta petani milenial dan menjadikan mereka sebagai pengusaha agribisnis andalan nasional yang berasal dari berbagai Kabupaten/kota di tiap provinsi se- Indonesia. Regenerasi pelaku pertanian harus terus dilakukan untuk meneruskan pertanian di Indonesia, sebab 70 persen lebih petani ialah petani tua”, ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

“Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) adalah upaya untuk menciptakan penguatan para milenial untuk berwirausaha di sektor pertanian. Ini merupakan upaya-upaya mengajak generasi muda agar berkecimpung di dunia pertanian, memberikan momentum pembangunan pertanian dan pengembangan SDM pertanian”, imbuh Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

“Bimtek Polbangtan YoMa ke IV mengambil tema: Agrosociopeneur dan Inovasi Produk Pertanian. Kami sebagai pendidikan vokasi Kementerian Pertanian, berupaya mencetak lulusan agrosociopreuner yang unggul, berkarakter, profesional, dan inovatif untuk mendukung pembangunan pertanian”, kata Endra Prasetyanta, mewakili Polbangtan YoMa.

Kegiatan Bimtek diselenggarakan pada hari Senin, 4 Oktober 2021, di Kusuma Sahid Prince, Solo, Jawa Tengah. Bimtek dihadiri oleh Ibu Luluk Nur Hamidah (Anggota Komisi IV DPPR RI), Tenaga Ahli Anggota Dewan Komisi IV, Bapak Wikanto Joko Sutejo (Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen) dan sekitar 100 Pemuda Petani Milenial serta Penyuluh Pertanian dari Sragen.

“Kami mendukung untuk menghadirkan petani-petani baru agar jumlahnya dari waktu-waktu semakin banyak sehingga kekhawatiran krisis regenerasi petani bisa berakhir. Ayoo kita Kolaborasi, menjadi unggul bareng, sukses bareng menekuni bidang pertanian”, jelas Luluk, anggota Komisi IV DPPR RI.

“Pandemi Challenge!!! Sektor pertanian akan menjadi salah satu primadona bisnis, selain bisnis teknologi informasi dan medis. Manfaat berbagai peluang bisnis pertanian melalu inovasi produk, penerapan strategi bisnis seperti adopsi teknologi yang kreatif dan inovatif”, tutur Yossy Suparyo – Direktur Inovasi DPN Gerbang Tani.

“Siapa Agrosociopreneur? Ya kalian ini, para generasi petani baru yang mampu membangun kelembagaan dan jaringan usaha serta pertanian berdaya saing berbasis pada teknologi informasi/ Digitalisasi”, kata Shofyan Adi Cahyono, S.P. – CEO Sayur Organik Merbabu (SOM).

Source: Bayu Wijaya, S.TP, M.Ec.Dev