Mahasiswa Polbangtan Belajar olah Serai Wangi jadi Minyak Bernilai Ekonomi Tinggi

Sejumlah Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) program studi Agribisnis dan Hortikultura yang sedang menjalankan program Praktek Kerja Lapangan (PKL) berkesempatan belajar cara pengolahan serai wangi menjadi minyak atsiri.

Bertempat di CV Menoreh Herbal, mereka belajar mengenai cara penyulingan serai wangi hingga menghasilkan minyak atsiri berkualitas tinggi langsung dari petani mitra perusahaan.

“Selama ini kami hanya belajar secara teori, namun sekarang melalui kegiatan PKL ini kami bisa melihat dan belajar langsung di lapangan dari tahap per tahap dan memperlajari proses bisnisnya,” ujar Muhammad Dwi Fauzan, salah satu mahasiswa PKL Polbangtan YoMa.

Pengolahan serai wangi menjadi minyak atsiri diakui oleh Arum, Mitra Tani CV Menoreh Herbal, meningkatkan nilai jual produk secara signifikan.

“Serai wangi segar jika kita jual per kilonya hanya berkisar 500—1000 rupiah, namun ketika kita olah menjadi minyak atsiri, harga per kilo minyaknya bisa mencapai 250 ribu. Tentunya dengan syarat tertentu,” jelas Arum.

Menurut Arum, cuaca juga turut mempengaruhi hasil penyulingan. Pada musim penghujan, setiap 1 ton  serai wangi dapat menghasilkan 4,5-5 kg minyak atsiri, namun saat musim kemarau bisa mencapai 5,5-6kg.

Minyak atsiri serai wangi dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Terlebih pada masa pandemi Covid 19 ini, permintaan pasar sangat meningkat bahkan hingga ekspor ke luar negeri.

“Selain dipercaya mempunyai khasiat positif untuk kesehatan, minyak atsiri juga banyak dipergunakan untuk bahan baku industri jamu dan fitofarmaka. Samapai saat ini produk kami telah sampai ke Jerman dan Kanada,” tambahnya.

Mengutip pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Pengolahan pascapanen produk pertanian seperti inilah yang ditekankan oleh Kementerian Pertanian untuk dilakukan oleh petani.

“Jangan bergerak di on farm  saja tetapi harus mulai masuk ke tahap hilir, pengolahan pascapanen, packaging, hingga trading. Karena dari sisi ini keuntungan terbesar akan diperolah dan meningkatkan peluang peningkatan kesejahteraan petani,” ungkap Mentan SYL.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa SDM pertanian harus senantiasa untuk mendukung program Strategis Kementerian Pertanian.

“Jadilah SDM pertanian berkualitas, kuasa ilmu, kuasai teknologi, dan berfikir kreatif sehingga hasil-hasil pertanian dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi,” pesan Dedi.

source: Geraldo A. Rimartin, S.TP, M.Sc./ Muhammad Dwi Fauzan

-HG