Optimalkan DUDI, Polbangtan YoMa Gandeng 4 Perusahaan Peternakan

Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) menggandeng 4 perusahaan peternakan guna mengoptimalkan program Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) yang telah dicanangkan Kementerian Pertanian belum lama ini.

Empat perusahaan itu yakni PT Wonokoyo Jaya Corporindo, PT Malindo Feedmill Tbk, PT NuFeed Internasional Indonesia, dan PT Kejora Pelita Semesta.

Direktur Polbangtan YoMa Dr Bambang Sudarmanto mengatakan, sebagai tindak lanjut “perkenalan” dengan DUDI telah dilakukan MoU dengan 4 perusahaan tersebut pada Jumat (23/7/2021). “MoU ini diharapkan terus berlanjut ke arah kerja sama. Bermitra,” ujarnya usai penandatanganan dokumen MoU yang disaksikan secara daring oleh 30 peserta DUDI dan Polbangtan YoMa.

Bambang berharap, ke depan terjalin simbiosis mutualisme dari kerja sama tersebut. Baik bagi Polbangtan YoMa maupun perusahaan terkait.

Menurut Bambang, “pernikahan” dengan DUDI termasuk salah satu pengamalan  tridharma perguruan tinggi. “Nantinya pihak DUDI kami harapkan bersedia menjadi tenaga ahli/dosen tamu/fasilitator. Perusahaan bisa menerima mahasiswa-mahasiswa kami untuk magang, pengkajian, maupun tugas akhir. Dengan tetap menyesuaikan peraturan yang berlaku di perusahaan,” paparnya.

Heri Setiawan dari PT Wonokoyo Jaya Corporindo mengatakan, hubungan dan komunikasi antara perusahaannya dengan Polbangtan YoMa sudah terjalin sejak lama. Sehingga tidak perlu berlama-lama baginya untuk menerima ajakan bermitra dari Polbangtan YoMa. “Atau istilah ‘pernikahan’ itu tadi. Semoga kerja sama Polbangtan YoMa dengan Wonokoyo berjalan dan bermanfaat untuk semua, dapat melewati dinamika, fluktuasi, dan tantangan ke depannya, sehingga bersama-sama mampu menyiapkan sumber daya manusia di bidang peternakan unggas yang andal dan profesional,” ungkapnya.

Ivana dari PT Malindo Feedmill Tbk menyatakan, MoU sebagai langkah awal yang baik dalam membangun kerjasama yang harmonis ke depannya.

Sedangkan Totok Setyanto dari PT NuFeed Internasional Indonesia berharap kerja sama tersebut dapat menarik mahasiswa Polbangtan YoMa terhadap industri. “Itu nantinya bisa menjadi bekal membuka usaha sendiri maupun bekerja dengan kami,” katanya.

Sementara itu, Lieyo Wahyudi dari PT Kejora Pelita Semesta mengatakan, kerja sama dengan Polbangtan YoMa merupakan kesempatan emas dan terobosan adanya kolaborasi dunia industri dengan dunia pendidikan. Untuk bersama-sama menjawab tantangan yang lebih berat. “Hubungan harmonis ini bisa mencetak generasi ke depan yang lebih baik,” tuturnya.

Lieyo menegaskan, kerja sama segera bisa direalisaaikan dan tidak terhalang oleh situasi terkini meski masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Terpisah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan pentingnya DUDI pada lembaga pendidikan vokasi. Terutama untuk mencetak generasi milenial andal yang peduli dunia pertanian/peternakan. “Sektor pertanian menjadi ujung tombak ketahanan pangan. Petani milenial harus menjadi gerda terdepan untuk membangun pertanian nasional,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi pun sering menyampaikan bahwa DUDI merupakan salah satu syarat penting pengembangan pendidikan vokasi.

Oleh karena itu, Dedi terus mendorong Polbangtan di Indonesia untuk menggandeng perusahaan-perusahaan pertanian dan peternakan untuk mencetak sebanyak mungkin petani milenial yang andal, tangguh, dan mandiri.