Polbangtan YoMa Libatkan Dinas Pertanian DIY Sukseskan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh

Yogyakarta-Guna menyukseskan kegiatan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh yang akan digelar oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) menggelar rapat koordinasi pada Jumat (23/7).

Kegiatan dilaksanakan secara virtual dengan menghadirkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Perwakilan Setiap BPP se-DIY, dan Perwakilan dari Pusat Penyuluhan Pertanian dan Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP-Kementan. Rapat koordinasi ini dilaksanakan guna memantau dan mempercepat proses registrasi peserta.

“Wilayah DIY mendapat jatah peserta sebanyak 17.699 orang yang terdiri dari 439 penyuluh dan 17.260 petani. Sejauh ini sudah 94.5% penyuluh yang teregistrasi menjadi peserta, namun kita masih harus berusaha cukup keras untuk meningkatkan jumlah peserta yang berasal dari petani,” terang Bambang Sudarmanto, Direktur Polbangtan YoMa.

Bambang menambahkan bahwa pelatihan ini bukan hanya berorientasi pada substansi pelatihan, namun lebih dari itu. Setidaknya ada 3 target lain yang disasar melalui pelatihan ini, yaitu mendorong terinputnya data petani dalam SIMLUHTAN, mengoptimalkan peran BPP KOSTRATANI, dan mewujudkan target satu data pertanian.

“Jika data petani sudah semuanya masuk dalam SIMLUHTAN, tentunya akan mempermudah kita dalam melakukan koordinasi pelaksanaan program selanjutnya, dan jika ada masalah mengenai pertanian akan lebih mudah terselesaikan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto yang hadir dalam kegiatan turut berpesan kepada Penyuluh dan Perwakilan BPP lingkup DIY agar dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan baik.

“Saya berharap melalui kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi Penyuluh dan Petani DIY, jangan kalah dengan kualitas petani provinsi lain,” ujar Sugeng.

Pihaknya juga berpesan agar sistem pendampingan harus diintensifkan dari hulu hingga hilir agar pelaksanaan pembangunan dapat terlaksana dengan baik.

Hasil koordinasi ini menyepakati agar setiap penyuluh setidaknya mampu mengajak sebanyak 38 hingga 40 petani sehingga target 1 juta peserta dapat tercapai. Sinergi yang apik antara Polbangtan YoMa, Dinas PKP DIY, BPP, dan Penyuluh diapresiasi oleh Pihak Pusluhtan.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi pihak-pihak terkait, keterlibatan Bapak Kadis dan Penyuluh. DIY merupakan salah satu provinsi yang sangat baik kerjasamnya untuk menyukseskan kegiatan ini,” ujar Ismaya Parawansa, mewakili Pusluhtan.

Di beberapa kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa kegiatan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh akan mempercepat tercapainya pertanian maju, mandiri, hingga modern.

“Sebab, SDM pertanian dikuatkan secara menyeluruh. Kualitas dan kuantitas produktivitas tentu akan tercapai secepatnya. Indonesia akan memiliki katahanan pangan kuat,” terang SYL.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengungkapkan hal serupa. “Kita akan genjot pelatihan pertanian meskipun masa pandemi ini di seluruh pelosok tanah air melalui online,” ungkap Dedi.

Pelatihan satu juta petani dan penyuluh diakui Dedi merupakan simbol yang artinya Kementan melakukan pelatihan yang massif di seluruh tanah Air. Tujuan dan harapannya untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Sebab, peningkatan produktivitas bukan hanya karena teknologi terbaru, benih bagus saja tetapi juga peningkatan kapasitas dan keterampilan insan pertaniannya yaitu penyuluh dan petani,” kata dia.

-HG