Raih Akreditasi “Baik”, Prodi AH Siap Cetak Petani Milenial yang Kompeten

Yogyakarta- Program studi Agribisnis dan Hortikultura (AH), Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta (Polbangtan Yoma) berhasil meraih peringkat Akreditasi Baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Status ini diperoleh berdasarkan Sertifikat Akreditasi BAN-PT No. 752/SK/BAN-PT/Akred/ST/II/2021 dan berlaku sejak 9 Februari 2021 sampai 9 Februari 2026. Kabar ini disampaikan langsung oleh Ketua Tim Akreditasi sekaligus Ketua Unit Penjaminan Mutu Polbangtan Yoma, Dr. RR. Siti Astuti, SP, M.Sc.

Akreditasi tersebut merupakan hasil penilaian lapangan oleh BAN-PT yang dilakukan pada tanggal 4-5 Desember 2020 lalu. Kegiatan penilaian lapangan yang biasanya dilakukan secara langsung, kali ini dilaksanakan secara daring karena kondisi pandemi. Hal tersebut menuntut Polbangtan Yoma untuk lebih siap, teliti dan rapi dalam menyiapkan dokumen digital serta harus dapat saling menguatkan klarifikasi dari anggota tim akreditasi kepada tim Asesor.

“Capaian ini dapat terwujud berkat dukungan dan kerja keras seluruh civitas akademika mulai dari dosen, karyawan, hingga mahasiswa. Digitalisasi dokumen dan video yang harus disiapkan dengan teliti karena tahun ini asesmen lapangan (AL) melalui daring. Meskipun ini AL yang pertama kali, kami bersyukur tidak mengalami kendala yang berarti dalam prosesnya, dukungan tim IT yang profesional sangat penting selama AL berlangsung,” jelas Siti.

Akreditasi merupakan bentuk jaminan penyelenggaraan pendidikan sekaligus pengakuan formal dari pihak eksternal atas mutu suatu institusi pendidikan. Siti menuturkan lebih lanjut bahwa capaian Akreditasi Baik yang diraih oleh Prodi AH saat ini merupakan bukti bahwa Polbangtan Yoma peduli dengan kualitas pendidikan yang diselenggarakan agar lulusan yang dihasilkan nantinya berkualitas, kompeten, dan diakui oleh masyarakat luas.

Plt Direktur Polbangtan Yoma Dr. Rajiman, turut menegaskan bahwa sebagai salah satu institusi yang diamanahi menjalankan pendidikan vokasi pertanian, Polbangtan Yoma diberi mandat untuk mencetak generasi petani milenial yang handal dan terjamin kompetensinya.

“Sesuai dengan amanat Statuta Politeknik Pembangunan Pertanian, kita (Polbangtan) diamanahi sebagai penyelenggara pendidikan vokasi dalam berbagai rumpun ilmu terapan untuk mendukung pembangunan pertanian. Sudah seharusnya kita menjamin mutu pendidikan pertanian agar tercipta SDM pertanian yang handal,” papar Rajiman di kesempatan berbeda.

Mengutip pernyataan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, bahwa pendidikan vokasi merupakan unsur penting dalam upaya regenerasi petani di Indonesia.

“Melalui pendidikan vokasi, kami berharap muncul petani milenial yang mampu memberikan inovasi. Karena bagaimanapun, masa depan pertanian ada di generasi milenial,” tegas SYL saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Pendidikan Vokasi bulan lalu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi turut menekankan bahwa petani di Indonesia saat ini didominasi oleh petani usia tua dan sangat perlu dilakukan upaya regenerasi.

Dedi menyatakan bahwa, “Jika tidak dilakukan regenerasi, dalam 5 sampai 10 tahun lagi kita bisa kekurangan petani. Penyelenggaraan pendidikan vokasi menjadi salah satu jalan kita untuk mendapatkan petani-petani muda dari kalangan milenial yang berkualitas.”

Raihan status akreditasi tersebut menjadi salah satu modal bagi Polbangtan Yoma untuk menarik milenial agar berminat melanjutkan pendidikan di bidang pertanian demi tercapai target 2,5 juta Petani Milenial pada tahun 2024.

“Kami akan melakukan perbaikan terus menerus terhadap mutu pendidikan pertanian agar semua prodi dan Institusi Polbangtan Yoma mendapat akreditasi Unggul sehingga kompetensi lulusan diakui secara luas,” pungkas Siti.

Sumber: Dr. RR. Siti Astuti, SP, M.Sc.