Sulap Buah Maja dan Telang jadi Herbal Drink, Petani Milenial Polbangtan YoMa Kini Reguk Manfaatnya

Sektor pertanian sebagai penyedia pasokan pangan memerlukan sumber daya manusia (SDM) dari kalangan anak muda agar terbentuk perubahan sistem sesuai dengan perkembangan zaman.

Dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani-petani muda harus bisa mengambil peran dalam mengembangkan pertanian.

“ini bukan hal yang mustahil, sebab kaum milenial mulai sadar bahwa pertanian adalah tambang emas tanpa batas jangka panjang,” ujar SYL.

Lebih lanjut Ia berharap melalui petani-petani milenial itu akan muncul inovasi-inovasi lain yang mendorong pertanian modern, sehingga swasembada pangan di negara ini nantinya benar-benar terwujud.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) yang menjadi nahkoda peningkatan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyatakan pentingnya untuk  terus meningkatkan kualitas SDM. Salah satunya dengan regenerasi petani.

“Melalui beberapa program strategis seperti PWMP, YESS, DPA/DPM, KSTM, Pendidikan Vokasi, kami mendukung penuh para pemuda inovatif yang berminat mengembangkan usahanya,”terang Dedi.

Dukungan dan peluang ini tidak disia-siakan oleh Maulida Yudhityana Rizki, salah satu Alumni Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) untuk mengembangkan usaha rintisannya.

Yudith sapaan akrabnya, mulai menggeluti usahanya secara mandiri sejak masih duduk di bangku kuliah yang kemudian didukung dengan pendampingan dari Program Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) Polbangtan YoMa. Olahan minuman herbal yang Ia pilih sebagai jalan usahanya.

“Kebanyakan teman-teman memilih usaha berbasis olahan pangan pokok, sayuran, atau buah-buahan. Saya ingin yang sedikit berbeda makanya saya pilih olahan minuman herbal ini,” ujar Yudith.

Pilihannya ini bukan tanpa pertimbangan, selain dari sisi keunikan dan inovasinya, Ia juga melihat adanya peluang pasar yang cukup menjanjikan. Terlebih saat pandemi COVID 19 menyerang, banyak masyarakat yang berbondong-bondong memburu minuman herbal untuk meningkatkan imunitas.

Produk-produk minuman herbal hasil kreasinya juga terbilang cukup unik. Ia memadukan berbagai rempah-rempah dengan bahan yang terbilang tidak biasa. Awalnya Yudith mengolah minuman herbal berbahan dasar buah maja, kini Ia juga mulai mengembangkan produk baru yaitu Blue Ginger.

“Buah maja saya pilih karena belum banyak yang mengolahnya padahal punya manfaat yang bagus untuk kesehatan. Sekarang saya juga mengembangkan Blue Ginger, minuman hasil perpaduan telang dan jahe,” ungkapnya.

Selain menjual produk hasil racikannya, Yudith juga sering diundang menjadi narasumber pelatihan di berbagai forum kegiatan petani.

“Mengisi kegiatan pelatihan merupakan salah satu upaya saya untuk mengembangkan usaha. Selain saya senang dapat menularkan ilmu yang saya punya, melalui kegiatan pelatihan ini saya sekaligus dapat melakukan promosi dan membangun jejaring,” katanya.

Bambang Sudarmanto, Direktur Polbangtan YoMa turut memberikan dukungan terhadap usaha yang dilakukan oleh Yudith ini.

“Alumni-alumni seperti ini yang kami harapkan muncul dari Polbangtan YoMa, karena output dan tolak ukur keberhasilan pendidikan vokasi pertanian ya dilihat dari lulusan yang berhasil menjadi wirausahawan seperti ini,”kata Bambang.

Selain menggeluti usahanya, Yudith yang mempunyai hobi berorganisasi ini juga bergabung menjadi anggota Tim Pendampingan Petani di Kabupaten Boyolali yang dibentuk Polbangtan YoMa. “Yudith termasuk alumni yang aktif, saat ini Ia bertugas sebagai pendamping petani di Boyolali. Beberapa waktu lalu Ia juga sempat diajak kolaborasi dengan penyuluh untuk mengisi siaran terkait pengalaman usahanya di Radio Merapi FM,” tambah Bambang.

-HG