Sulap Mesin Getuk Mangkrak, Mahasiswa Polbangtan Kementan Juarai Ajang Krenova

Oktober 27, 2022 |

MAGELANG. Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan YoMa) Kementan berhasil meraih Juara 1 Anugerah Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kabupaten Magelang Tahun 2022. Di tangan Ahmad Fajar Ivandra, mesin penggiling getuk tak terpakai disulap menjadi mesin produksi pakan.

Mahasiswa program studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan ini menerima langsung Anugerah dari Bupati Magelang di Rumah Dinas Bupati Magelang, Selasa (25/10/2022).

Dalam kesempatan itu Bupati Magelang Zaenal Arifin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemenang yang mampu menghasilkan inovasi kreatif dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kehadiran anak muda ini akan terus kita bina untuk bisa melahirkan ide-ide kreativitasnya untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Zaenal.

Menurutnya, kreativitas dan inovasi masyarakat menjadi sebuah keharusan di tengah terjadinya pandemi Covid-19, ditambah lagi dengan gejolak perang antara Rusia dan Ukraina yang menimbulkan banyak dampak negatif mulai dari krisis energi, pangan hingga sampai menimbulkan inflasi yang begitu tinggi.

Fajar mulai menekuni dunia peternakan sejak 2019. Berangkat dari pandemi Covid-19, Ia mencari kesibukan untuk tetap produktif di saat pandemi. Kemudian, Ia mempelajari budidaya ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) secara mandiri.

Namun tingginya harga pakan membuat banyak peternak menghentikan usahanya. Padahal animo pasar sangat tinggi. Fajar mulai memutar otak untuk hasilkan pakan sendiri. Pasalnya, Ia harus menekan biaya produksi untuk 1500 ayam KUB miliknya.

Maka, Ia menggunakan alat sederhana untuk memproduksi pakan dari kandangnya di Dusun Weru, Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Fajar memodifikasi mesin penggiling getuk menjadi mesin crumble.

“Terinspirasi dari mesin penggiling getuk. Besinya runcing-runcing untuk menghancurkan singkong. Dari alat itu saya modifikasi di besinya. Saya buat ulirannya jadi span dengan besinya, agar ada gesekan menimbulkan panas. Sehingga pakan yang dihasilkan matang, higienis. Alat yang digunakan sederhana.” Terang Fajar.

Dari mesin ini, Ia memproduksi pakan berkualitas. Fajar memanfaatkan limbah pangan di sekitar untuk menghasilkan pakan murah, namun bermutu tinggi. Secara rutin, Ia menguji nutrisinya di laboaratorium pakan Polbangtan YoMa.

“Bahan saya pakai yang ada di sekitar, bekatul, jagung, ampas tahu, azzola, bonggol singkong, kedelai. Kita sudah ada ransumannya sendiri, kerjasama dengan Polbangtan untuk uji nutrisinya.” Jelas Fajar.

Wakil Direktur 3 Polbangtan YoMa, Budi Purwo Widiarso mengungkapkan kebanggaannya terhadap karya anak bangsa.

“Karya ini setidaknya bisa memberikan alternatif diversifikasi pakan unggas KUB yang diolah dalam bentuk crumble sehingga bisa dicerna dengan baik dan memudahkan penyimpanan. Karya ini juga bisa mendukung program ketahanan pangan Indonesia terutama ketersediaan protein hewani di Indonesia. Dari mahasiwa Polbangtan Yoma untuk Indonesia.” Jelas Budi.

Senada, Menteri Pertanian SYL mendorong petani milenial untuk tetap kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan global yang mengancam ketahanan pangan nasional. SYL berharap, anak muda mampu menggagas ide besar dalam meciptakan peluang baru di masa yang akan datang.

“Petani milenial itu harus kreatif dan aktif, jangan mau kalah sama petani kolonial. Yang namanya petani milenial itu punya pergaulan dan bergaulan dengan orang-orang baik. Yang saya senang dari petani milenial itu tidak mau kalah. Inilah saatnya kita Gas Pol,” ujar SYL.

Lebih lanjut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan pentingnya petani milenial sebagai socioagripreneur untuk melakukan inovasi dan mengubah mindset dengan pemanfaatan teknologi dari produksi hingga pengolahan hasil dan distribusi.

"Inovasi tidak hanya berasal dari hasil penelitian laboratorium saja tetapi juga bisa dari uji coba pengalaman para petani-petani sukses . Hal ini yang menjadi contoh untuk generasi muda pertanian lainnya. Petani yang rajin mengadopsi inovasi teknologi akan berkembang lebih maju dan modern dibandingkan dengan petani yang tidak mengadopsi teknologi", ungkap Dedi.

Lulusan SMA 5 Kota Magelang ini mempunyai 20 anggota kelompok ternak yang telah menggunakan pakan buatannya. Di samping itu, Fajar juga membina 6 kelompok ternak di 6 kecamatan lainnya. Dari ajang ini, pria muda berusia 20 tahun ini mulai mendapatkan pesanan mesin crumble.

KAMPUS MAGELANG
Jl. Magelang – Kopeng KM.7 - Magelang, Jawa Tengah
Kotak Pos 152 , Kode Pos 56101
KAMPUS YOGYAKARTA
Jl. Kusumanegara No.2 Umbulharjo, Yogyakarta
(0292) - 364188
(0293) – 313032
info@polbangtanyoma.ac.id
Jam layanan : Senin - Kamis, Jam 7.30 - 16.00 WIB
Jam layanan : Jumat, Jam 7.30 - 16.30 WIB
© Copyright 2022- POLBANGTANYOMA - All Rights Reserved
Translate »
magnifierchevron-downcross-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram