Tim Pendampingan Polbangtan YoMa Ajak Petani Boyolali Manfaatkan BSF untuk Produksi POC

November 16, 2021 |

Tim Pendampingan Petani Kabupaten Boyolali bentukan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) kembali lakukan pelatihan bagi petani di Boyolali sebagai salah satu wujud peningkatan kapasitas SDM.

Upaya peningkatan kapasitas petani ini sejalan dengan himbauan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang disampaikan melalui Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bahwa SDM yang berkualitas merupakan salah satu kunci sukses pembangunan pertanian.

“Maka perlu diinventarisir kebutuhan kegiatan apa saja untuk meningkatkan kapasitas SDM baik penyuluh maupun petani,” katanya.

Kegiatan pelatihan kali ini mengambil tema pengolahan sampah menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Menurut penuturan Arwanti selaku koordinator Tim Pendampingan wilayah Kecamatan Nogosari, selama melakukan kegiatan pendampingan Ia mengamati bahwa sampah rumahtangga di sekitar daerah tersebut belum dimanfaatkan dengan baik.

“Setelah beberapa bulan di sini, kami mengamati bahwa sampah rumahtangga dari warga belum diolah dengan baik,” ujar Arwanti.

Sampah yang tidak terkelola dengan baik selain menimbulkan polusi, juga berpotensi mendatangkan lalat hijau yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Namun dibalik masalah yang timbul, Arwanti dan kawan-kawanya melihat potensi tersembunyi pada sampah tersebut.

“Bukan hanya polusi dan penyakit, sampah rumahtangga yang didominasi sampah organik ini sebenarnya memiliki potensi yang bagus, dapat diolah menjadi sesuatu yang kaya manfaat,” lanjutnya.

Berkolaborasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) setempat dan didampingi Dosen Polbangtan YoMa serta Tim Teknis Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Kementerian Pertanian, petani dilatih membuat Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan lalat Hermatica illucens atau Black Soldier Fly (BSF) yang belakangan sedang marak digunakan untuk mengolah sampah.

“Black Soldier Fly atau lalat tentara hitam ini belakangan sedang tren digunakan dalam kegiatan pengolahan sampah organik,” jelas Endah Puspitojati selaku Ketua Tim Pendampingan sekaligus Dosen Polbangtan YoMa.

Melansir hasil penelitian yang menunjukkan bahwa BSF merupakan jenis lalat yang mampu mengolah bahan organik secara alami menjadi sumber protein serta sumber pupuk organik dan turunannya yang bermanfaat untuk pertanian, peternakan, dan perikanan.

Cara pemanfaatan BSF untuk mengolah sampah organik juga terbilang cukup mudah. Cukup sediakan ember yang dimodifikasi menjadi bertumpuk atau disebut sebagai Reaktor Biokompos Hi, sebagai tempat menampung larva BSF yang kemudian setiap hari diisi sampah organik sebagai makanan larva tersebut yang kemudian akan terbentuk pupuk organik.

“Pelatihan ini sangat sederhana, berawal dari  kegiatan rumah tangga atau permasalahan yang dihadapi sehari-hari, namun menjadi luar biasa ketika sampah bisa dikelola kembali dan dapat memberikan manfaat untuk dijadikan sebagai pupuk, yang nantinya dapat memberikan nutrisi bagi tanaman,” terang Endah.

Arif Oka, salah satu Tim dari PUSDIKTAN yang turut hadir mengapresiasi kegiatan ini.  “Pelatihan Pembuatan POC dinilai dapat menjadi salah satu alternatif bagi petani untuk meningkatkan produktivitas dengan cara yang sederhana serta ramah lingkungan,” katanya.

Source: Geraldo A. Rimartin, S.TP, M.Sc/Arwanti
-HG

KAMPUS MAGELANG
Jl. Magelang – Kopeng KM.7 - Magelang, Jawa Tengah
Kotak Pos 152 , Kode Pos 56101
KAMPUS YOGYAKARTA
Jl. Kusumanegara No.2 Umbulharjo, Yogyakarta
(0292) - 364188
(0293) – 313032
info@polbangtanyoma.ac.id
Jam layanan : Senin - Kamis, Jam 7.30 - 16.00 WIB
Jam layanan : Jumat, Jam 7.30 - 16.30 WIB
© Copyright 2022- POLBANGTANYOMA - All Rights Reserved
Translate »
magnifierchevron-downcross-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram